KESANTUNAN BERBAHASA GURU SEBAGAI PELOPOR SISWA BERETIKA DI SMP IBNU SYINA CILEUNGSI, KABUPATEN BOGOR
Abstract
Di era digital ini banyak para guru mengeluhkan dekadensi moral dari peserta didiknya, baik etika yang kurang sopan maupun bahasanya yang kurang santun juga. Fenomena ini membuat para guru resah terhadap kondisi siswanya. Usaha para guru untuk menjadi panutan siswanya sudah diterapkan, para guru bila berbicara kepada peserta didiknya dengan berbahasa yang santun dan lembut, namun hasil perubahan belum signifikan yang ditunjukan oleh siswanya. Berdasarkan permasalahan tersebut kami tim pelaksana pengabdian masyarakat memberikan sosialisasi kesantunan berbahasa kepada para guru SMP Ibnu Syina Cileungsi Kabupaten Bogor. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan strategi-strategi kesantuanan berbahasa agar para guru dapat menerapkan strategi tersebut kepada siswanya dengan harapan ada perubahan terhadap siswanya dalam beretika dan berbahasa. Metode pelaksanaan yaitu ceramah, kami memberikan materi-materi strategi kesantunan berbahasa teori Brown dan Levinson. Hasil dari evaluasi yang kami berikan kepada mitra berupa kuesioner yaitu indikator santun 90%, pujian 87%, simpati 84%, senyum 75% dan senda gurau 74%. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para guru merasa senang, antusias dan bertambah wawasannya mengenai strategi kesantunan berbahasa.
References
Cahyani, D. N., & Rokhman, F. (2017). Kesantunan berbahasa mahasiswa dalam berinteraksi di lingkungan Universitas Tidar: Kajian sosiopragmatik. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 44-52
Candra, K. D., Markub, M., & Lestari, L. T. (2022). Kesantunan Berbahasa pada Debat Publik Pilbup Kabupaten Gresik Tahun 2020. EDU-KATA, 8(1), 16-28.
Devianty, R. (2017). Bahasa sebagai cermin kebudayaan. Jurnal tarbiyah, 24(2).
Hardiono, H. (2020). Sumber Etika dalam Islam. Jurnal Al-Aqidah, 12(2), 26-36.
Insani, D. M. (2023). Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Dalam Video Siaran Langsung Bunda Corla: Kajian Pragmatik Brown Dan Levinson. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 2(3).
Ismail, M. L. H. (2016). Kesantunan berbahasa dalam kalangan pelajar Universiti Utara Malaysia (UUM). Proceedings of the ICECRS, 1(1), v1i1-638.
Noermanzah, N. (2019). Bahasa sebagai alat komunikasi, citra pikiran, dan kepribadian.In Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra (pp. 306-319).
Mislikhah, S. (2014). Kesantunan berbahasa. Ar-Raniry: International Journal of Islamic Studies, 1(2), 285-296.
Purnama, S., & Sukarto, K. A. (2022). Penggunaan Bahasa di Media Sosial Ditinjau dari Kesantunan Berbahasa. Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(1), 71-88
Putri, H. H., & Ermanto, E. (2022). Kesantunan Berbahasa Warganet dalam Podcast Deddy Corbuzier. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 5(4), 779-792.
Wahyu, N. D., Saidiman, S., Yani, L., & Fahruddin, F. Kesantunan Berbahasa dalam Kegiatan Diskusi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra, 4(2), 70-79.
Wahyuningsih, S. (2022). Konsep etika dalam Islam. JURNAL AN-NUR: Kajian Ilmu-Ilmu Pendidikan dan Keislaman, 8(01).
Wiranty, W., & Ramaniyar, E. (2023). Strategi Kesantunan Brown and Levinson pada Tindak Tutur Bahasa Melayu Pontianak Kajian Pragmatik. Jurnal Pendidikan Bahasa, 12(1), 248-261.
Zulkarnain, M. F., Hilalludin, H., & Haironi, A. (2024). Prinsip Kesantunan Berbahasa Dalam Komunikasi Siswa di Sekolah. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan dan bahasa, 1(3), 117-125.






_1.png)



