EDUKASI GEMARIKAN (GERAKAN MEMASYARAKATKAN MAKAN IKAN) PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN INDRAMAYU
Abstract
Stunting merupakan suatu kondisi serius pada balita yang tidak mendapatkan gizi dalam jumlah yang tepat dalam waktu yang lama/ kronik. Ikan merupakan salah satu pangan hewani sumber protein yang tinggi dan sangat baik dikonsumsi dalam rangka pencegahan stunting. Masa balita adalah masa yang cukup penting karena mengalami proses perkembangan dan pertumbuhan yang cepat, sehingga apabila terjadi ketidakseimbangan konsumsi protein pada balita akan berdampak pada tinggi badan anak. Seorang ibu sangatlah penting mempunyai pengetahuan tentang cara mengenalkan pentingnya konsumsi protein hewani terhadap balita, dan bagaimana agar balita dapat menyukai protein hewani sebagai salah satu pangan yang penting untuk pertumbuhan. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melalui tiga tahapan yaitu: Tahap analisis situasi dan kondisi mitra, tahap edukasi dan tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu yang memiliki anak balita tentang GEMARIKAN sebagai upaya pencegahan stunting di Kabupaten Indramayu.
References
Amalia, I. (2020). Peta Konsumsi Dan Kebutuhan Ikan Berdasarkan Preferensi Konsumsi Rumah Tangga Tahun 2019. Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan.
Kemenkes, R. (2018). Buku Ringkasan Stunting. Kementerian Kesehatan RI.
Nugraheni, M. (2013). Pengetahuan Bahan Pangan Hewan. Graha Imu.
Patimah, S. (2021). Stunting Mengancam Human Capital. Deepublish.
Picauly, I. dan T. S. (2013). Analisis Determinan dan Pengaruh Stunting terhadap Prestasi Belajar Anak Sekolah di Kupang dan Sumba Timur NTT. Jurnal Gizi Dan Pangan, 8(1), 55–62.
Rahmarianti, G., & Parwito , P. . (2023). Sosialisasi Pencegahan Stunting Di Desa Tanggo Raso Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan . JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN, 1(2), 1–6. https://doi.org/10.58222/jupengkes.v1i2.168
Rachim, A.N.F., dan Pratiwi, R. (2017). Hubungan Konsumsi Ikan Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 2-5 Tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 6(1), 36–45.
Thaifur, A.Y.B.R., Tasya Zhanaz., Dolang, M. W. (2023). Hubungan Konsumsi Ikan dengan Kejadian Stunting. Jurnal Kolaboratif Sains, 6(2), 2126–2130.
Unicef Indonesia. (2012). Ringkasan Kajian Gizi Ibu dan Anak.
WHO. (2018). Levels and trend child nutrition key findings of the 2018 edition of the joint child malnutrition estimates. World Health organization.
Zulaihah, S., & Widajanti, L. (2006). Hubungan Kecukupan Asam Eikosapentanoat (EPA), Asam Dokosaheksanoat (DHA) Ikan Dan Status Gizi Dengan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Gizi Indonesia, 1(2), 16–25.
Lolli Nababan, & Suryani, T. E. (2024). PENYULUHAN GIZI SEIMBANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANG KELURAHAN KANDANG MAS TAHUN 2022. PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 161-166. https://doi.org/10.58222/pakdemas.v4i1.305
Hutahaean, M. M., Lisbeth Febriani Br Sinaga, Krisdamayanti Zai, Ruth Olyvia Pakpahan, Naomi Cynthia Rizki Gultom, & Enjel Usmaria Sitorus. (2023). IMPLEMENTASI “ISI PIRINGKU” STRATEGI PENCEGAHAN STUNTING LEWAT PEMBERDAYAAN KELUARGA DI DESA LAUT DENDANG. PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 35-42. https://doi.org/10.58222/pakdemas.v3i1.194






_1.png)



