Peningkatan Keteraturan Ruang Publik Dan Kesadaran Keselamatan Kerja Melalui Program Kkn Di Desa Penyangkak, Bengkulu Utara
Abstract
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Penyangkak, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, telah mengimplementasikan dua program utama: pembuatan marka parkir di kantor desa dan sosialisasi konstruksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kedua intervensi tersebut dalam meningkatkan keteraturan ruang publik dan kesadaran keselamatan kerja di desa masyarakat. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan perangkat desa, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi partisipatif. Hasil menunjukkan bahwa pembuatan marka parkir berhasil menciptakan lingkungan parkir yang lebih tertib dan efisien, mengurangi potensi konflik, serta meningkatkan citra kantor desa.
Sementara itu, sosialisasi K3 konstruksi berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya APD dan prosedur kerja aman, yang sebelumnya sangat terbatas. Kegiatan kedua ini membuktikan bahwa intervensi sederhana berbasis kebutuhan lokal, didukung partisipasi aktif masyarakat, dapat memberikan dampak positif yang signifikan dan berkelanjutan terhadap pembangunan desa
Kata Kunci : KKN, Marka Parkir, K3 Konstruksi, Desa Pengkak, Pembangunan
Berke l a nju tan
* P en ulis Koresponden: Wahirman ( w a h i rm a n 0 7 @ gmail.com )
ABSTRAK
Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pengkak, Kecamatan Kerkap, Utara
Kabupaten Bengkulu melaksanakan dua kegiatan utama yaitu pembuatan marka parkir di kantor desa dan
Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bidang konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi tersebut dalam meningkatkan ketertiban ruang publik dan kesadaran keselamatan kerja di kalangan masyarakat desa. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan aparat desa, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marka parkir berhasil menciptakan lingkungan parkir yang lebih tertib dan efisien, mengurangi potensi konflik, dan meningkatkan citra kantor desa. Sementara itu, sosialisasi K3 di bidang konstruksi efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya Alat Pelindung Diri (APD) dan prosedur kerja aman, yang sebelumnya sangat terbatas. Kedua kegiatan tersebut menunjukkan bahwa intervensi sederhana berbasis kebutuhan lokal, yang didukung oleh partisipasi aktif masyarakat, dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan dan berkelanjutan terhadap pembangunan desa.
Kata Kunci : Kuliah Kerja Nyata (KKN), Marka Parkir, Kesehatan Kerja dan Keselamatan Kerja .
Keselamatan Kerja (K3) Konstruksi, Desa Penyangkak, Pembangunan Berkelanjutan
* correspondent author: Wahirman ( w a h i rm a n 0 7 @gmail.com )

